IMAJI.LIVE, MEDAN – Data sementara BNPB menyebut bahwa korban jiwa akibat gempa 7 SR di Lombok berjumlah 131 orang. Namun, di sosial media, beredar data jumlah korban meninggal yang lebih banyak.
Bahkan hasil pertemuan Camat se-Kabupaten Lombok Utara menyebutkan jumlah korban 347 orang meninggal dunia.
Menanggapi hal ini, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Sutopo Purwo Nugroho mengatakan Posko BNPB dan Pusdalops BPBD NTB masih melakukan verifikasi kebenaran data tersebut.
“Laporan data korban harus dilampirkan identitas korban yaitu nama, usia, jenis kelamin dan alamat asal untuk menyatakan bahwa data korban korban tersebut benar. Sebab konsekuensi dari adanya korban meninggal dunia maka Pemerintah akan memberikan bantuan santunan duka cita dan lainnya,” katanya, Kamis (9/8/2018).
Sutopo mengatakan, pihaknya dan dan BPBD NTB sudah meminta Bupati Lombok Utara untuk memberikan lampiran identitas korban meninggal di Kabupaten Lombok Utara akibat gempabumi 7 SR untuk dilakukan verifikasi.
“Sesuai regulasi yang ada, data resmi dari korban akibat bencana yang benar dan diakui Pemerintah adalah data dari BNPB dan BPBD,” jelasnya.
Selain korban jiwa, BNPB juga merilis sementara korban luka berat akibat gempa yakni sebanyak 1.477 orang dan dirawat inap di rumah sakit. Sementara itu 156.003 orang mengungsi, 42.239 unit rumah rusak dan 458 unit sekolah rusak.
Evakuasi korban masih terus dilakkan tim SAR gabungan hingga saat ini. Sejumlah bantuan baik itu logsitik dan kesehatan dan relawan terus berdatangan.
- TAGS
- BNPB
- gempa lombok
- lombok
- gempa
- bnpb
FOLLOW US
-
16 Agustus 2018
-
13 April 2018
-
31 Desember 2017
-
25 Juli 2018
-
03 Maret 2018
-
02 September 2018
-
31 Agustus 2018
-
31 Agustus 2018
-
31 Agustus 2018
-
31 Agustus 2018