IMAJI.LIVE – Tak ada yang salah mengunjungi wahana permainan di waktu luang.
Selain menyenangkan, liburan singkat ke wahana permainan dapat merelaksasikan diri dari kepenatan.
Wahana permainan air biasanya menjadi pilihan. Berenang dan berseluncur dari papan luncur di kolam menjadi kebiasaan yang menyenangkan.
Baca juga:
Destinasi Wisata Tersohor Seputar Medan-Deli Serdang Cocok Ajak Keluarga Besar
Libur Panjang, Masuk Waterpark Wonder Water World Hanya Rp 60.000
Banyak saat ini taman beramain menyediakan seluncuran yang mengarah ke kolam renang dengan berbagai macam lintasan dan ketinggian.
Ada yang berkelok dan ada pula yang memiliki ketinggian curam
Seluncuran yang tinggi membuat orang-orang penasaran mencoba. Adrenalin pun terpacu.
Biasanya, seluncuran ini pun dilalui berkali-kali sampai puas.
Baca juga:
Sensasi Mandi Bersama Ikan, Pencinta Alam Wajib Mencoba
Top Destinasi Medan, Bermain dengan Buaya hingga Wisata Sejarah
Namun, hati-hati. Seluncuran yang terlau tinggi dengan kemiringan yang ekstrem bisa berakibat fatal bagi siapa saja, terutama wanita.
Seperti yang dialami seorang wanita asal Spanyol, Toni Steedman.
Niat hati ingin bersenang-senang merayakanulang tahun suaminya yang ke-32, liburan bersama keluarga ini menjadi bencana bagi dirinya sendiri.
Baca juga:
Kolam Renang Alifa, Solusi Buat Muslimah
Pemandian Air Soda di Tarutung Jadi Pilihan Saat Libur Panjang
Hal ini dikarenakan keberaniannya mencoba seluncuran Kamikaze di area Aqualand water park di Costa Adeje, Tenerife, Spanyol.
Seluncuran tersebut memiliki sudut vertikal hingga 22 meter yang menjadikannya sebagi seluncur air tertinggi di Eropa.
Kemiringan sudut ini membuat dirinya meluncur begitu cepat hingga memberi tekanan yang keras terhadap air di bawahnya.
Baca juga:
Liburan di 10 Kota Ini Bikin Tabungan Terkuras
5 Destinasi Wisata Menarik yang Jarang Disentuh Wisatawan Danau Toba
Saking kerasnya, tekanan air tersebut masuk ke dalam bagian tubuhnya dan menyebabkan rahimnya robek.
"Perosotannya sangat cepat dan ketika saya mengenai air di bagian bawah saya merasakan sesuatu meledak di dalam diri saya,” katanya mengenang kejadian 15 Mei 2017 silam itu.
Saat berada di kolam, wanita yang kala itu berusia 25 tahun ini tidak merasakan apapun.
Baca juga:
6 Akomodasi Penuh Misteri dan Kemewahan Sekelas Istana Sultan
Rekomendasi Destinasi Wisata Bareng si Kecil
Namun, sesuatu mengerikan terjadi ketika ia bangkit dan melangkah menuju toilet.
"Ketika saya berdiri saya merasa seolah-olah saya membutuhkan toilet tetapi ketika saya bergerak darah mulai mengalir dari antara kaki saya. Itu membuat jejak ketika saya berjalan dari kolam,” paparnya.
Pengunjung lain yang mengetahui hal ini langsung panik dan menghampirinya. Pendarahan pun semakin parah ketika ia membuka lebar kakinya.
Baca juga:
Fotografer Tangkap Momen Kelahiran Langka di Dunia
Dituding Sebabkan Kanker Ovarium, Perusahaan Bedak Bayi Ini Didenda Rp67 Triliun
"Saya ingat merasa pingsan dan pusing dan mereka menyiram saya agar tetap terjaga. Aku menyuruh Adam untuk menjaga anak-anak. Aku khawatir aku tidak akan pernah melihat mereka lagi,” kenangnya yang kala itu membawa kedua anaknya.
Spontan, ia pun dibopong menuju ambulans dan dilarikan ke rumah sakit yang jaraknya hanya sekitar 3 menit dari taman air tersebut.
Baca juga:
Awas! Makanan dan Soda Picu Timbulnya Kista Wanita Usia 20an
Kisah Gadis Brasil Operasi Miss V Buatan dari Kulit Ikan Nila
Tim medis diketahuinya kewalahan dengan pendarahan itu. Sebab, rahimnya sobek sepanjang tujuh cm.
Ia pun dikirim ke rumah sakit yang lebih besar untuk menjalani operasi.
"Saya langsung dibawa ke rumah sakit, di aman para dokter dengan cepat menghentikan pendarahan dan memberinya tiga kantong transfusi darah. Saya kemudian dikirim ke rumah sakit yang lebih besar di utara di mana menjalani operasi untuk memperbaiki Rahim yang sobek," tuntasnya.
Baca juga:
Wisata Lau Kulap, Sejuknya Air Pegunungan di Kolam Renang
Pemandian Air Soda di Tarutung Jadi Pilihan Saat Libur Panjang
Ia mengungkapkan, pendarahan mungkin tidak akan terjadi jika petugas sluncur mengingatkannya untuk menyilangkan kaki sebelum terjun.
"Mereka tidak pernah mengatakan apa pun kepada saya sebelum saya turun dan itu bisa menghentikan saya terluka,” kesalnya.
Dengan penanganan yang cepat dan tepat serta pemulihan yang rutin, Toni pun terselamatkan.
Beruntung, kejadian ini tak membuatnya hilang kesempatan untuk memiliki anak. Demikian dilansir dari The Sun.
- TAGS
- wahana air
- seluncuran
- rahim
- wanita
FOLLOW US
-
13 April 2018
-
16 Agustus 2018
-
12 Oktober 2018
-
31 Desember 2017
-
13 April 2018
-
20 Juni 2019
-
20 Juni 2019
-
20 Juni 2019
-
19 Juni 2019
-
19 Juni 2019